Tingkat penguasaan Scrum ibarat penguasaan bermain alat musik
Menggunakan Scrum itu ibarat memainkan alat musik.
- Di awalnya kita bermain sesuai aturan.
- Setelah kita tahu aturannya dan nada-nada yang tepat, kita mulai improvisasi sedikit.
- Setelah kita dapat berimprovisasi, kita mulai bermain dari hati.
Dalam Scrum pada awalnya kita mengikuti aturan-aturan yang telah disarankan. Di fase ini ada kalanya kita memainkan nada yang salah, namun agar menjadi pemain musik yang handal dan menghasilkan musik yang indah kita akan terus memainkan sesuai aturan.
Setelah kita tahu aturan mainnya, kita mulai memasukkan teknik-teknik lain ataupun penggunaan teknologi yang dapat membuat kita semakin Agile.
Setelah kita sudah sangat Agile lewat teknik-teknik yang telah kita tambahkan, barulah kita bermain dari hati tanpa menghilangkan business value, agility dan team morale. Di titik ini sudah hampir dapat dipastikan Scrum yang dijalankan oleh tim ataupun organisasi sudah mencapai tingkat maturity yang tinggi. Dan bukan tidak mungkin tim atau organisasi sudah memiliki standard Scrum-nya sendiri dan memiliki komite Scrum sendiri agar cara penggunaan Scrum dalam organisasi dapat di-share kepada setiap anggota tim Scrum dalam organisasi.